Kondisi Memprihatinkan, Ruas Jalan Budi Utomo Metro Selatan Sulit Dilintasi Akibat Lumpur Dalam

Metro – Kondisi ruas jalan Budi Utomo di Kecamatan Metro Selatan semakin memprihatinkan. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini kini mencapai titik puncak, di mana lubang-lubang besar yang digenangi lumpur kerap memakan korban kendaraan yang melintas.

Salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, Romli Suhendra, mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi jalan yang sudah menyerupai kubangan tersebut. Menurutnya, tak jarang kendaraan terjebak karena kedalaman lumpur yang cukup ekstrem.

“Sudah sangat parah. Bahkan sempat ada beberapa kendaraan yang benar-benar terjebak karena kubangan lumpurnya sangat dalam. Ini sangat menghambat aktivitas kami,” kata dia, Rabu, 25 Februari 2026.

Menanggapi keluhan tersebut, PLT Sekretaris Camat (Sekcam) Metro Selatan, Suliyani, menjelaskan bahwa pihak pemerintah kecamatan tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan Budi Utomo selalu menjadi menu wajib dalam setiap agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun reses.

“Kami dari masyarakat dan pihak kecamatan sudah berupaya maksimal mengusulkan, baik lewat Musrenbang maupun reses. Kami juga mendampingi pengusulan itu ke Bappeda dan OPD terkait,” kata Suliyani.

Namun, kendala utama terletak pada status kewenangan jalan tersebut. Diketahui, jalan Budi Utomo merupakan jalan kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung, sehingga Pemerintah Kota Metro tidak bisa melakukan pembangunan secara langsung.

“Usulan ini sudah masuk prioritas sejak tahun 2020, sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Setiap tahun selalu jadi prioritas utama kami,” tambah Suliyani.

Melewati 3 Kelurahan, Hanya Mendapat Tambal Sulam
Berdasarkan data kecamatan, kerusakan ini membentang di tiga kelurahan dengan rincian:

* Kelurahan Margorejo: kurang lebih 1 km.
* Kelurahan Margodadi: kurang lebih 500 m.
* Kelurahan Rejomulyo: kurang lebih 1 km.
Selama ini, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara.

“Beberapa kali ada tambal sulam, artinya tidak dibangun secara keseluruhan. Harapan kami usulannya hotmix, dan ke depannya bisa ditingkatkan menjadi cor beton,” harapnya.

Urgensi perbaikan jalan ini kian mendesak mengingat jalan Budi Utomo kini menjadi jalur utama bagi transportasi dari arah Bandar Lampung menuju Metro. Dampak dari kerusakan ini pun sudah sangat nyata.

“Sudah sering kami melihat mobil terpatri (terperosok), bahkan ada yang muatannya tumpah, seperti muatan ayam hingga makanan ringan (ciki-ciki) berserakan karena lubang yang terlalu dalam,” jelas Suliyani.

Terkait aksi warga yang sempat menanam pohon pisang di tengah jalan, Suliyani menilai hal tersebut merupakan bentuk puncak kekecewaan warga karena lambatnya respon dari Pemerintah Provinsi.

“Tanam pisang itu simbol kekecewaan masyarakat karena belum adanya perhatian cepat dari pemerintah provinsi. Harapan kami selaku pemerintah kecamatan, perbaikan ini harus segera dilakukan karena ini jalan utama,” pungkasnya. (**)

Loading

Redaksi
Author: Redaksi

Related posts

Leave a Comment